Ciri-ciri Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar

Pada dasarnya semua pendidik mengharapkan peserta didiknya dalam belajar dapat berhasil dengan baik atau mencapai target yang telah direncanakan. Namun keneyataan di lapangan banyak anak atau siswa yang tidak memenuhi target yang direncanakan, dengan kata lain siswa tersebut mengalami kesulitan belajar. Dalam rangka mensukseskan pembelajaran maka kita harus mengetahui kesulitan belajar yang di alami peserta didik atau siswa. Untuk memahami siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar Guru atau pendidik harus mengawali dengan mengetahui ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar. Meskipun ciri-ciri tersebut tidak mutlak, akan tetapi dapat dijadikan acuan atau petunjuk dalam menentukan siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Muh. Surya (dalam Halen. 2005:120) menyebutkan ada beberapa ciri tingkah laku yang merupakan manifestasi dari gejala kesulitan belajar, antara lain sebagai berikut:

  1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah (di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompok siswa kelas.
  2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Mungkin murid yang selalu berusaha dengan giat tapi nilai yang dicapai selalu rendah.
  3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar ia selalu tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas dengan waktu yang tersedia.
  4. Menunjukkan sikap-sikap yangkurang wajar, seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dll.
  5. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan tugas rumah, mengganggu teman baik di dalam maupun di luar kelas, dsb.
  6. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung, mudah tersinggung, kurang gembiara dalam menghadapai situasi tertentu, misalnya dalam menghadapi nilai rendah tidak merasa sedih atau menyesal.
Dengan adanya ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut di atas, dapat dipahami adanya beberapa manifestasi dari gejala kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Dari gejala-gejala yang termanifestasi dalam tingkah laku peserta didik, berarti pendidik atau guru di harapkan dapat memahami dan mengidentifikasikan mana siswa yang mengalami kesulitan belajar dan mana yang tidak. Apabila pendidik dapat memahami secara mendalam tentang ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar, dimungkinkan tidak akan salah langkah dalam memberikan pelayanan dan bimbingan belajar siswa. Hal ini sangat penting karena tanpa adanya pemahaman dari guru atau pendidik secara maksimal mak peserta didik dalam belajar tidak akan berhasil dengan baik. Maka dari itu, agar tidak terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam menentukan siswa yang mengalami kesulitan belajar maka selanjutnya akan saya postingkan tentang patokan kesulitan belajar.

Sekian semoga artikel ini dapat membantu guru atau pendidik dalam mensukseskan siswa dalam belajar.

Sumber rujukan:
Dr. H. Samino, MM., Drs. H. Saring marsudi, S.H., M.Pd. 2012. Layanan Bimbingan Belajar (pedoman bagi pendidik dan calon pendidik). Solo: Fairuz Media

2 Responses to "Ciri-ciri Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar"