Fungsi, Tugas dan Wewenang DPR

Fungsi, Tugas dan Wewenang DPR
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan lembaga kedaulatan rakyat yang terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. Masa jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Sebelum memangku jabatannya, anggota DPR mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama yang dipandu oleh ketua Mahkamah Agung dalam Sidang Paripurna DPR.

Fungsi DPR?

DPR sebagai lembaga negara mempunyai tiga fungsi, yaitu legislasi; anggaran; pengawasan.
  1. Fungsi legislasi merupakan fungsi yang berhubungan dengan bidang perundang-undangan.
  2. Fungsi anggaran merupakan fungsi yang berhubungan dengan keuangan/ anggaran.
  3. Fungsi pengawasan atau kontrol merupakan fungsi mengawasi aktivitas badan eksekutif agar sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Tugas dan Wewenang DPR?

DPR juga mempunyai tugas dan wewenang, antara lain.
  1. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama;
  2. Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang-undang;
  3. Menerima dan membahas usulan rancangan undang-undang yang diajukan DPR dan yang berkaitan dengan bidang tertentu serta mengikutsertakannya dalam pembahasan;
  4. Memerhatikan pertimbangan DPR atas rancangan undangundang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.
  5. Menetapkan APBN bersama presiden dengan memerhatikan pertimbangan DPD;
  6. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undangundang, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta kebijakan pemerintah;
  7. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama;
  8. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memerhatikan pertimbangan DPD;
  9. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan;
  10. Memberikan persetujuan kepada presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial;
  11. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden;
  12. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada presiden untuk ditetapkan;
  13. Memberikan pertimbangan kepada presiden untuk mengangkat duta, menerima penempatan duta negara lain, dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi;
  14. Memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain, serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau pembentukan undang-undang;
  15. Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat;
  16. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam undang-undang.
Sebagai lembaga negara, DPR mempunyai hak, antara lain interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat. Sebaliknya, setiap anggota DPR juga memiliki hak yang sama dalam beberapa hal, seperti mengajukan rancangan undang-undang; mengajukan pertanyaan; menyampaikan usul dan pendapat; memilih dan dipilih.

Sumber
Dwi Cahyati A.W dan Warsito Adnan. 2011. Pelajaran Kewarganegaraan 1 untuk kelas X SMA, MA, dan SMK. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional

[bse.kemdikbud.go.id]

0 Response to "Fungsi, Tugas dan Wewenang DPR"

Poskan Komentar