Kasus Bayi Sembuh dari HIV Tumbuhkan Harapan Baru

Untuk pertama kali, seorang bayi perempuan di Amerika Serikat sembuh dari infeksi HIV dengan obat-obatan antiretroviral. Kabar ini menumbuhkan harapan baru bahwa infeksi HIV pada bayi di seluruh dunia juga bisa disembuhkan.

Kasus Bayi Sembuh dari HIV Tumbuhkan Harapan Baru

Saat bayi perempuan tersebut lahir di sebuah rumah sakit, Juli 2010, sang ibu baru saja dinyatakan positif terinfeksi HIV. Karena sang ibu tak mendapatkan pengobataan HIV prenatal, dokter menyadari bahwa bayi berisiko tinggi terkena infeksi. Mereka pun memindahkan bayi ke University of Mississippi Medical Center untuk kemudian ditangani spesialis HIV pediatrik, Dr. Hannah Gay.

Karena dianggap berisiko tinggi terkena infeksi, Dr. Gray akhirnya memberikan bayi tersebut racikan dari tiga obat-obatan HIV, yakni zidovudine atau lebih dikenal dengan AZT, lamivudine, and nevirapine, 30 jam setelah dilahirkan. Terapi obat-obatan itu berlanjut hingga 18 bulan.

Sementara itu pada kasus umum, ketika seorang ibu terinfeksi HIV telah diberikan obat-obatan untuk mengurangi risiko penularan terhadap anaknya, sang bayi hanya diberikan satu obat, yakni nevirapine.

“Dari perspektif klinis, ini berarti bahwa jika Anda bisa mengobati bayi yang terinfeksi dengan obat antiretroviral segera setelah dilahirkan, maka akan mungkin untuk mencegah atau membalikkan infeksi – pada dasarnya menyembuhkan bayi,” ujar peneliti HIV/AIDS dari University of California, Dr. Steven Deeks seperti dilansir kantor berita Reuters.

Deeks dan rekan-rekannya menilai, penemuan tersebut sebagai kemajuan besar dalam upaya menyembuhkan bayi lahir yang terinfeksi HIV. Namun, mereka menyarankan perlunya cara yang lebih baik untuk mendiagnosis infeksi HIV. Seperti diketahui, proses ini biasanya memakan waktu hingga enam pekan.

Para ahli mengatakan, pengobatan terhadap ibu yang terinfeksi HIV sebelum melahirkan adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi HIV pada bayi. Namun, seperti dikatakan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi AS, Dr. Anthony Fauci, terdapat 100-200 bayi lahir terinfeksi HIV setiap tahunnya di negara kaya seperti AS sekali pun.

Sementara di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, terdapat 1.000 bayi lahir yang terinfeksi HIV setiap harinya. Oleh karena itu, ujar Fauci, penemuan di AS ini memiliki dampak besar terhadap kasus infeksi HIV di seluruh dunia.

Fauci menilai, kasus bayi sembuh dari infeksi HIV di AS sebagai proof of concept (realisasi dari metode tertentu atau ide untuk menunjukkan kelayakannya,red) penting. Namun, ia mengingatkaan bahwa ini baru terjadi pada satu kasus dan perlu divalidasi lebih lanjut.

“Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah ini bisa diberlakukan secara luas untuk bayi lain,” kata Fauci.

Menurut Fauci, ada risiko bahwa tanpa diagnostik yang lebih baik, anak-anak yang tidak pernah terinfeksi pada awalnya dapat terkena racun dari obat ketika mendapatkan perawatan. Ia pun menilai, belum saatnya protokol pengobatan pada bayi lahir terinfeksi HIV diubah.

“Ini adalah kasus tunggal, kita harus berhati-hati tentang hal ini,” ujar Fauci.

Sementara itu Direktur Eksekuif Program Bersama Perserikatan Bangsa-bangsa utuk HIV/AIDS, Michel Sidibe mengatakan, kabar ini telah memberikan mereka harapan besar bawa kesembuhan pada anak-anak HIV dimungkinkan. Meski demikian, ia juga menggarisbawahi perlunya penelitian dan inovasi, khususnya pada diagnostik awal. (eh)

sumber/source