Bos Google: Jangan Biarkan Pemerintah Mengontrol Internet

Jangan Biarkan Pemerintah Mengontrol Internet. Rencana Bos Google Eric Schmidt untuk mendatangi Myanmar terwujud juga pada akhir minggu lalu. Di Myanmar, Chairman Google itu menyampaikan sejumlah pesan penting kepada warga Myanmar.

Jangan Biarkan Pemerintah Mengontrol Internet

“Jangan biarkan pemerintah mengontrol Internet”, kata Schmidt dalam pidatonya, sebagaimana dilansir GlobalPost yang dikutip Liputan6.com, Senin (25/3/2013).

Di Myanmar, Schmidt bertemu dengan sejumlah pengusaha di bidang teknologi, pejabat pemerintah, serta leader dari kalangan anak muda dan mahasiswa, termasuk juga bertemu Presiden Myanmar Thein Sein. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari perjalanan sebelumnya ke Korea Utara.

Schmidt adalah bos besar pertama di bidang teknologi yang mengunjungi Myanmar, sebuah negara miskin yang masih mencoba untuk bertransisi dari negara otoriter menjadi negara yang lebih terbuka.

“Myanmar adalah sebuah negara yang sebelumnya tidak dapat diakses, tetapi internet akan membuatnya menjadi mungkin. Orang-orang muda ditambah teknologi sama dengan kemakmuran”, kata Schmidt lagi dalam pidatonya, yang diposting dari akun Twitter Kedutaan AS (@USEmbassyBurma).

Perkembangan teknologi di Myanmar memang berjalan lambat karena. Dalam beberapa tahun terakhir, Myanmar sudah mengeluarkan SIM card dengan harga kurang dari $250. Sebagai perbandingan, SIM card di negara-negara Asia Tenggara pada umumnya dijual di bawah $5.

Pada tahun 2011, pemerintah akhirnya membuka blokir terhadap situs YouTube. Namun warga negara Myanmar yang terkoneksi akses internet jumlahnya kurang dari 1 persen. Angka tersebut berasal dari data statistik pemerintah tahun 2010.

Pertumbuhan akses internet di Myanmar terbukti telah membentuk cara warga dalam berkomunikasi. Pejabat pemerintah mulai mengumumkan berita di wall Facebook mereka. Facebook juga telah memainkan peranan penting dalam sirkulasi peredaran gambar terkait masalah-masalah yang menyangkut Myanmar.

Dalam pidatonya, Schmidt juga mengatakan bahwa teknologi bisa memberdayakan individu. “Satu ponsel di satu desa berpotensi merekam ketidakadilan”, klaimnya.

Schmidt selama ini dikenal sangat vokal dengan ide-idenya terkait akses teknologi dan internet untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tur yang dilakukan Schmidt bertujuan untuk memperbaiki kehidupan jutaan orang di beberapa negara, dan untuk membantu masyarakat mendapatkan internet dan akses informasi. (dew)
(source: liputan6.com)