Kementerian Pendidikan Klaim Tak Ada Kebocoran Soal UN

LINTASJARI | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan hingga selesai penyelenggaraan hari pertama Ujian Nasional 2013, tidak menerima laporan mengenai kecurangan atau penyimpangan di lapangan.

“Yang paling menarik, sampai dengan hari pertama selesai, belum ada laporan soal kecurangan,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad, dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin 15 April 2013.

Ibnu menganggap bahwa hal ini mungkin terjadi, karena efektifitas terhadap banyaknya variasi soal yang dikeluarkan oleh kementerian yang menyebabkan jawaban menjadi bervariasi.

Sejak dibukanya posko, dia menambahkan, sudah masuk sebanyak 276 laporan. Laporan tersebut sebanyak delapan buah pengaduan, 224 permintaan informasi mengenai UN, dan sebanyak 44 buah adalah pemberian aspirasi serta harapan masyarakat.

Hal yang menonjol, menurut Ibnu, memang mengenai persoalan penundaan pelaksanaan UN di zona tengah dan persoalan klarifikasi penundaan ujian.
Permasalahan yang kerap dikeluhkan oleh beberapa daerah, lanjutnya, terkait kualitas lembar jawaban UN yang tidak sesuai dengan kriteria.

Walaupun demikian, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria, menyatakan pihaknya sudah melakukan yang terbaik. Jika ada kesalahan kecil di beberapa tempat, hal tersebut masih bisa dimaklumi. “Intinya, siswa tidak akan dikorbankan karena kualitas lembar jawaban yang jelek,” kata dia pada kesempatan yang sama.(source)