no comments

Apakah Orang yang Disuntik Batal Puasa?

Ali Ahmed Mashael, Mufti Besar Departemen Urusan Islam dan Amal Dubai (IACAD), menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar puasa selama bulan suci Ramadan.

Apakah Orang yang Disuntik Batal Puasa?
Foto Ilustrasi

Bagi seseorang yang sakit dan mendapat suntikan di bagian tubuh tertentu, misalnya di paha, maka tidak membatalkan puasanya. Namun ada perbedaan pendapat soal disuntik ini.

Oleh karena itu, yang terbaik bagi seseorang yang disuntik adalah mengganti puasa hari itu. Namun jika seseorang berniat menyumbangkan darahnya, maka tidak membatalkan puasanya.

Beliau juga menyatakan bahwa menggosok gigi juga tidak membatalkan puasa. Selama air tidak tertelan saat menggosok gigi, puasa seseorang tidak batal.

Kemudian, bagi orang berpuasa yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang dan ingin berbuka puasa sebaiknya menunggu hingga tidak ada sinar matahari sama sekali. Mereka tidak boleh buka puasa dengan berpatokan pada waktu buka di darat.

Namun seperti pengecualian puasa pada umumnya, orang yang melakukan perjalanan ke luar kota dibebaskan dari kewajiban menjalankan puasa. Tapi jika memang ingin tetap menjalankan puasa juga tidak masalah.

Bagi seseorang buka puasa belum saatnya, misal adzan Magrib jam 18.40 tapi dia sudah buka puasa jam 18:38 (mengira adzan sudah dikumandangkan), maka puasanya batal dan harus menggantinya. Namun hal itu tidak menimbulkan dosa, karena orang tersebut melakukannya dengan tidak sengaja.

Menurut Mufti Ali, penderita asma boleh menggunakan inhaler (alat bantu pernafasan) meski itu akan membatalkan puasanya. Sebab, uap dalam inhaler mengandung air dan cairan lainnya terhirup masuk ke dalam tubuh.

Dengan demikian, dia harus mengganti puasanya dengan memberi makan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.

Sumber: www.dream.co.id

Loading...

Reply