no comments

Cabang-Cabang Seni

Cabang-Cabang Seni – Jika seseorang akan mengadakan penelitian terhadap kebudayaan suatu masyarakat atau suku bangsa tertentu, salah satu objek pengamatan adalah kesenian. Untuk memudahkan penelitian, peneliti perlu berpedoman pada suatu kerangka baku mengenai cabang-cabang tertentu dalam kesenian tersebut.

Foto :Seni RUpa/komunitaspekerjaseni.blogspot.com.

Foto :Seni RUpa/komunitaspekerjaseni.blogspot.com.

Koentjaraningrat mengemukakan, bahwa dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan keindahan, maka ruang lingkup kesenian dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut.

Seni rupa adalah kesenian yang dinikmati melalui indra penglihatan atau mata. Seni suara adalah kesenian yang dinikmati melalui indra pendengaran atau telinga.

Masing-masing golongan tersebut masih dibedakan menurut jenisnya. Seni rupa dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

  1. seni patung,
  2. seni relief,
  3. seni lukis atau gambar, dan
  4. seni rias.

Adapun seni suara dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. seni vokal,
  2. seni instrumental, dan
  3. seni sastra.

Berdasarkan bentuknya seni sastra dibedakan menjadi dua macam, yaitu prosa dan puisi. Dari cabang seni rupa dan seni suara, muncullah bentuk seni tari. Seni tari dapat dinikmati keindahannya melalui paduan antara seni rupa dengan seni suara. Keindahan seni tari akan muncul saat kita melihat gerakan-gerakan yang ditampilkan sang penari sambil mendengarkan musik yang mengiringi tarian tersebut. Seni tari hanya dapat dinikmati keindahannya secara utuh pada saat sang penari menari dengan kostum maupun riasan yang sesuai dengan karakter dan musik pengiringnya. Bandingkan pada saat melihat penari sedang latihan atau menjalankan gladi bersih. Keindahan seni tari tidak muncul secara lengkap meskipun sang penari telah melakukan tugasnya dengan baik. Hal itu disebabkan penari tidak dirias sesuai karakter yang dimainkannya.

Baca juga: Seni Bagian dari Kebudayaan

Paduan dari keseluruhan cabang seni, atau paduan seni taridengan seni sastra melahirkan seni drama. Secara ringkas pembagian cabang-cabang seni dapat digambarkan pada bagan berikut ini.

Cabang-Cabang Seni

Seni drama dikategorikan sebagai bentuk kesenian yang mencakup keseluruhan cabang seni. Hal tersebut disebabkan seni drama mengandung unsur-unsur: seni lukis, seni rias, seni musik, seni sastra, dan seni tari.

Berdasarkan teknik penyajian serta unsur yang ditampilkannya, seni drama dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu seni drama tradisional dan seni drama modern.

1. Seni drama tradisional

  • Bentuk seni drama tradisional, antara lain:
  • lenong adalah seni drama tradisional suku bangsa Betawi;
  • ludruk adalah seni drama tradisional suku bangsa Jawa Timur;
  • ketoprak adalah seni drama tradisional suku bangsa Jawa Tengah.

2. Seni drama modern
Bentuk seni drama modern, antara lain film dan sinetron. Keseluruhan cabang seni, baik secara terpisah maupun dalam bentuk kombinasi dapat ditampilkan menjadi satu bentuk yang disebut seni pertunjukan.

Sumber:
EMMY Indriyawati. 2009. Antropologi 2 : Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta :Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Loading...