no comments

Ribuan Guru Honorer di Batam Sudah Dua Bulan Tak Gajian

Akhirnya, Honorer K2 Menyatakan Siap Dites Lagi

Ribuan Guru Honorer di Batam Sudah Dua Bulan Tak Gajian – Sejumlah guru honorer di Batam mengadu ke DPRD karena belum digaji selama dua bulan terakhir. Padahal, selama ini mereka hanya mengandalkan gaji honor untuk membiayai kebutuhan hidup.

Seorang guru berinisial J yang mengajar di salah satu sekolah negeri di Batam mengaku sejak Januari lalu sudah tidak gajian. ”Ini saja sudah datang dealer untuk menagih cicilan motor. Bagaimana mau membayarnya, gaji tidak ada,” katanya seperti dikutip Batam Pos.

Ia meminta agar DPRD mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membayarkan gaji guru honorer. Padahal, gaji sebagai honorer hanya setara dengan upah minimum kota (UMK) Batam, yakni sekitar Rp 2,6 juta per bulan.

”Kami mau makan apa, jika gaji kami tak dibayar. Kami sudah sangat kesulitan sekarang,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengaku heran dengan kebijakan pemko yang tak kunjung menggaji honorer. Padahal dana untuk penggajian honorer sudah ada di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni.

”Saya bingung, apa dasar mereka menahan dan tidak membayar itu (gaji honorer, red). Sudah dianggarkan, uangnya sudah ada. Ini perlu pertanyaan. Padahal, kita juga sampaikan ke Disdik (Dinas Pendidikan, red), ternyata belum dibayar juga,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengatakan, saat ini terdapat 1.893 orang guru honorer di Batam. Menurutnya, Pemko harus bertanggung jawab. Apalagi, dari Rp 283 miliar anggaran untuk Disdik Kota Batam lebih Rp 283 miliar. Rp 018 miliar di antaranya untuk belanja pegawai.

”Gaji honorer itu, sudah termasuk di sana (dalam anggaran belanja pegawai di atas Rp 108 miliar, red). Makanya kita kaget, kenapa itu malah belum dibayar. Kasihan mereka. Masak guru tidak ada kita hargai,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengakui pihaknya belum membayarkan gaji guru honorer se-kota Batam sejak Januari. Alasanya, Disdik Kota Batam sedang melakukan pendataan guru honorer sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (HSN).

”Memang belum kita bayar sejak Januari. Sebab, kita sedang melakukan penyesuaian sesuai ASN. Jadi kita data ulang kembali seperti PP No 56 tahun 2014 tentang keberadaan tenaga honor,” katanya.

Menurut dia, permasalahan mengenai keterlambatan gaji itu sudah dibicarakan dengan semua kepala sekolah. Jadi tugas kepala sekolah memberi informasi kepada guru honor tentang terlambat ini.

”Jauh-jauh hari sudah kita sampaikan. Bahkan dua minggu lalu kita sudah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah agar memberi informasi tersebut, supaya tak terjadi salah paham,” pungkas Muslim.(jpnn)