no comments

Sssssttt, Jangan minum teh saat sahur!

Sssssttt, Jangan minum teh saat sahur!

Saat berpuasa, ada banyak hal yang harus berubah dalam keseharian umat Islam. Mereka tak hanya harus menahan diri dari nafsu melainkan juga harus mengubah kebiasaan sehari-hari. Salah satu kebiasaan yang harus diubah, menurut seorang ahli nutrisi Rashi Chowdhary, adalah kebiasaan makan yang buruk.

“Di samping menghindari beberapa makanan yang tak menyehatkan seperti makanan berpemanis, junk food, makanan berminyak dan berlemak, ada beberapa kebiasaan makan yang bisa berimbas buruk selama Ramadan,” ungkap Chowdhary, seperti dilansir oleh The National (27/06).

Beberapa kebiasaan di antaranya adalah melewatkan sahur dan mengandalkan makanan yang penuh gula serta karbohidrat. Chowdhary mengingatkan bahwa makan sahur akan memberikan asupan nutrisi dan energi selama berpuasa. Makan sahur juga mencegah dehidrasi serta masalah pencernaan. Karena itu, mengonsumsi kombinasi makanan yang sehat akan membantu menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.

Chowdhary mengingatkan agar seseorang tak mengonsumsi terlalu banyak buah, jus buah, roti, dan sereal seperti saat sarapan ketika santap sahur. Makanan tersebut mengandung banyak gula yang akan menyebabkan orang mudah lapar di siang hari Ramadan. Selain itu, makanan yang mengandung banyak gula juga menyerap energi lebih cepat sehingga membuat Anda leih cepat lemas.

Salah satu minuman terlarang yang disebutkan oleh Chowdhary saat sahur adalah teh. Kemungkinan karena masyarakat memiliki kebiasaan minum teh di pagi hari, mereka akan melakukan kebiasaan yang sama saat sahur. Hal ini bisa berakibat buruk untuk tubuh selama berpuasa. Teh, sama dengan kopi, mengandung kafein yang bisa menyebabkan tubuh cepat dehidrasi.

Selain itu, teh juga bisa meningkatkan produksi asam lambung jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Mengonsumsi teh setelah makan saat sahur juga bisa menetralkan nutrisi yang ada dalam makanan. Karena itu, sebaiknya dihindari mengonsumsi teh ketika sahur atau segera ketika berbuka, saat perut masih kosong.

Chowdhary menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak air putih, makanan yang kaya asam lemak omega-3, vitamin C, B-kompleks, dan protein seperti ikan, ayam, daging sapi, dan lainnya.

Sumber: Merdeka.com

Reply