no comments

Symantec: Antivirus Sudah Tamat

Symantec: Antivirus Sudah Tamat

Dari tahun ke tahun, perang terhadap virus komputer selalu sama. Peretas membuat varian virus baru yang semakin pintar dan vendor antivirus membuat penangkalnya.

Seiring perkembangan teknologi, Symantec Corp. menganggap metode tersebut sudah tidak revelan lagi dan mereka mencoba memerangi virus komputer dengan cara yang berbeda.

“Antivirus sudah tamat,” ujar Brian Dye, Senior Vice President Symantec. “Kami tak lagi melihat produk antivirus bisa menghasilkan uang saat ini,” imbuhnya seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (6/5/2014).

Produk antivirus memang ditujukan untuk menghindarkan komputer dari para peretas pembuat virus. Dulu, virus menyerang hanya lewat perangkat penyimpan atau jaringan lokal. Kini, virus makin pintar dan bisa menyerang komputer dari mana saja.

Tak cukup antivirus untuk mencegahnya. Karena itu, Symantec akan menciptakan cara baru memerangi virus.

Symantec akan membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi tindak kejahatan cyber ini bagi pelanggan kelas bisnisnya. Dalam enam bulan ke depan, Symantec akan merilis peranti lunak yang bukan hanya bisa mendeteksi apa saja yang menjadi sasaran para peretas, namun juga alasannya.

Symantec telah membuat aplikasi antivirus sejak tahun 1980. Sejak saat itu, peretas juga telah menemukan berbagai cara untuk menerobos sistem keamanan jaringan.

Menurut Dye, produk antivirus saat ini hanya bisa mencegah 45 persen dari semua kemungkinan serangan yang bisa dilakukan oleh para peretas.

Kini, Symantec bukan hanya menjadi pembasmi virus komputer saja, namun juga mencari aktivitas-aktivitas mencurigakan yang terjadi akibat virus yang tidak terdeteksi.

“Jika konsumen beralih dari mencegah menjadi mendeteksi dan merespon, maka pendapatan kami juga akan datang dari software pencegahan dan respon,” ujar Dye.

Usaha yang dilakukan Symantec tersebut sebagai bentuk respon terhadap menurunnya pendapatan dari penjualan aplikasi antivirus. Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2014, pendapatan Symantec menurun 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keamanan cyber juga mulai menerapkan cara-cara baru memerangi virus dan malware. Seperti Juniper Networks Inc. yang membuat metode agar virus tersebut menyerang file yang dituju. Tentu saja file tersebut mengandung data tiruan palsu yang sengaja dipasang di firewall.(sidomi.com)

Loading...

Reply