no comments

Tokoh Sunda Jadi Nama Sekolah di Purwakarta

tokoh-sunda-jadi-nama-sekolah-di-purwakarta-Mzrn9WNjRG

JAKARTA – Ratusan sekolah di Kabupaten Purwakarta akan berganti nama menggunakan nama tokoh Sunda atau pemimpin terdahulu. Pergantian nama ini akan diterapkan pada 618 sekolah jenjang SD hingga SMA.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mempunyai alasan tersendiri dengan kebijakan tersebut. Menurut Kang Dedi –demikian dia biasa disapa, pergantian nama sekolah ini bertujuan menghapus kesan adanya sekolah unggulan dan non-unggulan.

“Coba sekarang ada SMAN 1 Purwakarta dibilang unggulan, sementara sekolah di SMAN 1 Maniis di ujung Purwakarta tidak unggulan. Ini kan bentuk pemikiran yang salah. Ini harus dihilangkan,” kata Dedi, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, kepada Okezone, Sabtu (7/2/2015).

Melalui penamaan sekolah dengan tokoh kerajaan Sunda atau pimpinan di Jawa Barat terdahulu ini, Dedi ingin meneruskan semangat para tokoh tersebut. Dedi menilai pergantian nama sekolah menjadi permulaan membangun tata nilai pendidikan.

“Nilai imanensi dan transendensi. Jadi, kudu ka handap akaran, ‘dengan keunggulan masa lalu’; dan kudu ka luhur sirungan, ‘siap berkontribusi untuk masa depan’,” tambahnya.

Dalam menentukan nama sekolah tersebut, Pemkab Purwakarta menggandeng tim sejarawan dari Departemen Sejarah dan Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang diketuai Profesor Nina Herlina Lubis. Pengambilan nama tokoh untuk sekolah tersebut bersumber dari buku sejarah Sunda, kota/kabupaten di Jawa Barat dan Banten, serta sumber penelitian, tesis, dan disertasi yang dibandingkan dengan dokumen dari luar negeri seperti Portugis dan Belanda.

Nina sendiri mendukung pergantian nama ini yang dianggapnya dapat mengubah karakter Generasi Bangsa. Dukungan juga datang anggota DPRD Purwakarta Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Agus Weliyanto. Bahkan, menurut dia, langkah tersebut perlu diterapkan di seluruh sekolah Jawa Barat.

“Langkah Dedi dalam mengubah tata kehidupan masyarakat Jawa Barat perlu diarahkan dan dimulai dari lingkungan sekolah. Memasuki abad modernisasi dan teknologi informasi ini jangan sampai anak-anak kita meninggalkan budaya leluhurnya, minimal dia tahu tokoh Sunda, bukan Superman atau Doraemon,” ungkapnya.

Berikut ini beberapa sekolah yang diganti namanya.

1. SMAN 1 Purwakarta menjadi SMAN Sri Baduga Maharaja;

2. SMAN 2 Purwakarta menjadi SMAN Prabu Niskalawastu Kancana;

3. SMKN 1 Purwakarta menjadi SMKN Prabu Surawisesa;

4. SMKN Campaka menjadi SMKN Tajimalela;

5. SMPN 3 Pasawahan menjadi SMPN Maharaja Ragamulya Luhur Prabhawa;

6. SMPN 2 Plered menjadi SMPN Ki Gedeng Luragung;

7. SDN 4 Nagrikidul menjadi SDN Ki Hajar Sukharesi;

8. SDN 2 Bunder menjadi SDN Sultan Pangeran Natawijaya.

Sumber: okezone.com

Loading...