Agama Islam

Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan

Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan – Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur lebur yang melenyapkan semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikat Isrofil atas perintah dari Allah SWT. Kejadian-kejadian pada hari akhir merupakan kehendak Allah swt. Hanya Allah swt. yang mengetahui dan bagaimana peristiwa tersebut akan terjadi. Hari kiamat sifatnya gaib,sehingga tidak ada satu pun mahluk yang mengetahuinya.

Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan
Hari Kiamat (Ilustrasi)

Akan tetapi, manusia dapat mengetahui hari akhir melalui dalil naqli dan dalil aqli. Selain itu,dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peristiwa hari akhir dapat dilogikakan melalui penelitian illmiah yang banyak dilakukan para ahli. Hasil penelitian tersebut, telah dibuktikan bahwa hari akhir pasti terjadi. Ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang kehancuran alam semesta yaitu sebagai berikut.

a. Menurut Geologi

Bumi terjadi dari gas yang berputar (chaos catastrope). Setelah diam gas itu menjadi dingin, maka gas yang berat mengendap ke bawah, dan yang ringan berada di atas. Melalui proses evolusi yang lama sekali, gas bagian luar mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan sebagainya, sedangkan bagian tengah masih panas. Zat panas bercampur lava, lahar, batu, dan pasir panas. Bumi beredar karena adanya daya tarik matahari terhadap bumi berkurang. Akibatnya bumi akan bergeser dari matahari, sehingga putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor (menyala/hancur).

b. Menurut Teori Fisika

Letak matahari adalah 149.597.870, 7 km, jauhnya dari bumi, sinar matahari sampai ke bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km dan luas permukaannya 616 × 1010 km = 622.160 km. Menurut ahli fisika energi matahari dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya 5,7 × 1027 kalori = 5.853,9 kalori/menit dan mampu menyala 50 milyar tahun dengan panas 15 juta derajat celcius. Kalau suatu ketika matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan tidak akan turun. Selanjutnya gunung-gunung akan meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik sehingga hancurlah bumi ini.

Sumber : Sumber : HA. Sholeh Dimyathi dan Feisal Ghozali. 2018. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/SMK/MAK . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Halaman 7-8

Close