IPS

Pengertian Peta, Jenis, Tujuan dan Fungsi

Pengertian Peta, Jenis, Tujuan dan Fungsi – Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.

Pengertian Peta, Jenis, Tujuan dan Fungsi
Peta

Berikut adalah pengertian peta menurut beberapa ahli.

  • Klas (1983) Peta adalah penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan antara berbagai perwujudan yang diwakili.
  • ICA (International Cartographic Association) Peta adalah unsur-unsur ketampakan abstrak dari permukaan bumi yang dipresentasikan ulang pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala untuk memperkecilnya.
  • Aryono Prihandito (1988) Peta adalah suatu bidang datar yang digambari permukaan bumi dan penggambarannya menggunakan skala tertentu dan digambar menggunakan sistem proyeksi tertentu.
  • Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional pada bidang datar mengenai ketampakan muka bumi kalau dilihat secara vertikal dari atas dengan ukuran diperkecil dan ditambah tulisan-tulisan untuk memperjelas.
  • Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Peta adalah sebuah media penyimpanan sumber informasi yang menyajikan data untuk para perencana dan pengambil keputusan guna pembangunan tentang keadaan lingkungan.

Jenis-jenis Peta

Penggolongan peta dapat ditinjau dari lima segi sudut pandang. Penggolongan peta tersebut dapat kalian lihat langsung di bawah ini.

Peta Berdasarkan Sumber Datanya

  1. Peta induk (basic map), peta ini dihasilkan dari hasil survei lapangan secara langsung. Peta ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat peta-peta lainya seperti peta topografi dan sebagainya, oleh karena sebab itu peta ini dijuluki sebagai basic map.
  2. Peta turunan (derived map), Peta ini dibuat berdasarkan acuan peta yang sudah ada. Peta ini hanya memindahkan data yang diperoleh dari survei lapangan dalam pembuatan basic map atau peta induk, oleh karena itu peta ini tidak bisa dijadikan sebagai peta dasar.

Peta Berdasarkan Jenis Data yang Disajikan

  1. Peta dasar/peta umum, peta ini merupakan peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta selanjutnya. Peta ini merupakan peta topografi yang menggambarkan seluruh keadaan bentuk muka bumi (bentang alam). Peta dasar dapat disebut juga peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh ketampakan yang terdapat di suatu daerah, contohnya sungai, sawah, pemukiman, jalan raya, dan jalan kereta api.
  2. Peta tematik, merupakan peta yang hanya menggambarkan satu ketampakan tertentu di muka bumi secara khusus berdasarkan tema tertentu. Pada peta ini biasanya dilengkapi dengan info yang lengkap mengenai ketampakan bumi yang diambil, contohnya peta persebaran sumber daya alam, peta irigasi, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

Peta Berdasarkan Skalanya

  1. Peta kadaster : Peta ini berskala 1 : 100 sampai 1 : 5000. Peta ini biasanya digunakan dalam penggambaran peta tanah dalam sertifikat hak milik tanah.
  2. Peta Skala Besar : Peta ini berskala 1 : 5000 sampai 1 : 250.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah yang sempit, contohnya peta kota.
  3. Peta Skala sedang : Peta ini berskala 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000. Peta ini biasa digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah yang agak luas, contohnya peta provinsi.
  4. Peta Skala Kecil : Peta ini berskala 1 : 500.000 sampai 1 : 1000.000. Peta ini biasa digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah yang cukup luas, contohnya peta suatu negara.
  5. Peta Skala Geografi : Peta ini berskala lebih dar 1 : 1000.000. Peta ini biasa digunakan untuk menggambarkan peta benua atau dunia.

Peta berdasarkan Keadaan Objeknya

  1. Peta Dinamik, adalah peta yang menggambarkan aliran atau gerakan data yang pada umumnya berupa simbol garis dan panah. Contoh peta ini antara lain peta cuaca, peta pelayaran, peta iklim, peta migrasi, serta peta aliran barang.
  2. Peta Stasioner, Peta ini menggambarkan suatu keadaan yang tetap, contohnya peta geologi.
  3. Peta Berdasarkan Maksud dan Tujuan
  4. Peta kadaster, peta ini biasa dibuat untuk tujuan tertentu, misalnya peta wisata daerah yang dibuat khusus untuk mempromosikan potensi wisata di suatu wilayah.
  5. Peta Tata gunah tanah, Peta ini biasa dibuat untuk pembangunan suatu proyek tertentu, misalnya untuk menunjukan lokasi yang akan dibuat untuk perumahan dan sebagainya.

Tujuan Pembuatan Peta

  1. Sebagai media penyimpanan data-data yang ada di permukaan bumi.
  2. Untuk menganalisi data spasial, seperti utnuk memperhitungkan volume.
  3. Untuk memberikan informasi dalam perencanaan tat kota kota dan permukiman.
  4. Untuk memberikan informasi mengenai ruang yang bersifat alami, baik manusia ataupun budaya.
  5. Untuk membantu dalam pembuatan suatu desain.

Fungsi Peta

  1. Untuk menentukan arah dan jarak di bumi Jarak dapat ditentukan melalui skala peta, sedangkan arah dapat ditentukan melalui orientasi atau petunjuk arah yang ada di peta.
  2. Untuk menentukan lokasi suatu tempat yang berada dipermukaan bumi dengan cara melihat garis lintang dan garis bujur pada peta.
  3. Untuk menentukan ketinggian suatu tempat dengan cara melihat garis kontur atau titik triangulasi.
  4. Untuk menentukan luas dan bentuk suatu wilayah Luas permukaan bumi yang di buat peta dapat dilihat melalui skalanya.
  5. Untuk menyajikan data di bumi, baik persebaran alam maupun bukan dan menyimpulkannya.
  6. Untuk melihat gerak perubahan, seperti perkembangan, mobilitas penduduk, penggunaan lahan, arus produksi, persebaran industri, dan pertukaran barang.
  7. Untuk menyajikan data mengenai potensi yang dimiliki suatu daerah atau sebagai sumber data.
  8. Untuk alat bantu dalam analisis.

Related Articles

Close